BI Keluarkan 7 Uang Kertas Baru, Memang Apa sih Tujuannya?

Uang merupakan alat pembayaran atas barang dan jasa yang diterima masyarakat secara umum dan terdiri dari nominal yang berbeda-beda. Nominal yang berbeda ini dapat kita ketahui dari desain yang ada. Perbedaan desain pada uang seperti warna, ukuran, dan gambar tokoh pahlawan memudahkan masyarakat untuk membedakan setiap uangnya. Namun seiring berjalannya waktu, desain uang ini menjadi mudah untuk dipalsukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Hal ini membuat Bank Indonesia mengambil tindakan pencegahan pemalsuan uang dengan mengeluarkan desain uang baru.

Tujuan Dikeluarkannya Uang Kertas Baru

Selain melaksanakan amanat UU tentang Mata Uang sebagai bagian dari perencanaan pemenuhan kebutuhan uang masyarakat tahun 2022, tujuan utama Bank Indonesia (BI) meluncurkan rupiah Tahun Emisi (TE) 2022 adalah untuk meningkatkan kualitas dan keamanan uang rupiah. Inovasi-inovasi yang diberikan oleh Bank Indonesia ialah memberikan desain warna yang lebih tajam, unsur pengaman yang lebih andal, dan meningkatkan ketahanan bahan uang.

Alasan lain Bank Indonesia meluncurkan uang rupiah TE 2022 adalah sebagai wujud semangat kebangsaan, nasionalisme, dan kedaulatan untuk menumbuhkan optimisme disebabkan mata uang rupiah ini diluncurkan bertepatan dengan HUT Republik Indonesia ke-77 yang mengusung tema “Pulih lebih cepat, bangkit lebih kuat”.

Ciri-ciri Keaslian Uang Kertas Baru

Bank Indonesia memberi tahu ke khalayak umum bahwa ada tiga cara mengenali ciri-ciri keaslian uang kertas baru TE 2022, yaitu: 

Pertama, ketika dilihat dengan mata secara langsung, akan terlihat:

  • Gambar utama pahlawan nasional
  • Nominal pecahan dalam angka maupun huruf
  • Benang pengaman pada sisi kiri yang warnanya mengikuti warna uang
  • Bunga dan logo BI akan berubah warna ketika digerakkan

Kedua, ketika diraba dengan jari, uang akan terasa:

  • Kasar pada bagian tertentu, contohnya pada gambar garuda di sisi kanan atas uang
  • Pinggir sebelah kanan atas uang terdapat kode tunanetra (blind code)

Ketiga, ketika diterawang, akan terlihat:

  • Tanda air (watermark) pada sisi belakang uang bagian kanan dan electrotype
  • Gambar saling isi

Bagaimana dengan Nasib Uang Kertas Lama? Apakah Masih Berlaku?

Bank Indonesia (BI) meluncurkan Uang Kertas Model 7 (Uang TE 2022) baru untuk tahun 2022 bersama Kementerian Keuangan pada Kamis, 18 Agustus 2022. Kini 7 model TE Money 2022 telah resmi menjadi media pertukaran berbagai transaksi di tanah air.

Dilansir dari Suara.com, Perry Warjiyo, Presiden Direktur Bank Indonesia, menyatakan, “Hari ini tanggal 18 Agustus 2022 secara resmi kami luncurkan tujuh pecahan uang Rupiah tahun 2022 di Wilayah Tingkat 1 Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)”. Kepala Departemen Komunikasi, Erwin Haryono, mengatakan bahwa penerbitan mata uang baru ini tidak akan berdampak pada pembatalan dan/atau penarikan rupiah yang telah dikeluarkan sebelumnya.

Menurut keterangan resmi di situs Bank Indonesia, keberadaan mata uang baru bukan berarti mata uang lama tidak sah sebagai alat perdagangan resmi. Baik rupiah dalam bentuk potongan kertas maupun desain logam tua masih bisa digunakan sebagai alat tukar. Sebab, selama belum dibatalkan dan ditarik dari peredaran oleh Bank Indonesia, maka mata uang Rupiah lama masih berlaku menurut pengertian Undang-Undang Mata Uang. Oleh karena itu, semua uang lama yang beredar saat ini masih berlaku.

Kesimpulan 

Uang kertas saat ini masih menjadi pilihan utama oleh masyarakat umum sebagai alat pembayaran. Maka dari itu, BI berupaya menjaga keaslian uang dengan cara mengeluarkan uang kertas baru. Uang baru ini juga dikeluarkan dengan maksud mewujudkan nasionalisme karena bertepatan dengan HUT RI yang ke-77. 

Uang baru ini tentunya memiliki ciri-ciri yang berbeda dengan uang lama. Uang baru dapat diidentifikasi dengan cara dilihat, diraba, dan diterawang. Uang baru ini diharapkan memiliki tingkat keamanan yang lebih baik daripada uang lama. Namun, tidak perlu khawatir uang lama sendiri masih sah untuk dijadikan sebagai alat pembayaran sampai uang itu ditarik dari peredarannya oleh Bank Indonesia.

 

Sumber Referensi:

Bagikan Artikel :

Leave a Reply