Isu Harga Mie Instan Naik? Apa Kabar Nasib Kostizen

Harga Mie Naik? Kostizen Siap Irit!

Siapa yang tidak kenal mie instan? Makanan yang akrab dengan kehidupan Kostizen karena praktis, cepat, mengenyangkan, dan pastinya dengan harga terjangkau. Mie instan di Indonesia memiliki banyak brand dan rasa sehingga menjadi makanan pengganti setelah nasi. Produk mie instan berasal dari gandum sebagai bahan dasar, gandum sendiri bukan merupakan produk lokal dari Indonesia. Dampak pasca konflik Rusia-Ukraina dan berbagai fenomena dunia menyebabkan ketahanan pangan Indonesia goyah terutama pasokan pangan impor seperti gandum. 

Harga bahan dasar yang tidak stabil pastinya berpengaruh langsung terhadap harga mie instan. Anak Kos “Kostizen” bakal menanggung akibat dari hal tersebut, jika pengganjal perut dan kecintaan Kostizen yang berupa mie instan ini naik harga sudah dipastikan Kostizen harus siap irit.

Mengapa Harga Mie Instan Bisa Naik? 

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, mengatakan jika potensi kenaikan harga mie instan ini disebabkan oleh adanya efek domino dari perang Rusia-Ukraina. Hal tersebut dapat terjadi karena Indonesia mengandalkan gandum yang diimpor dari beberapa negara, termasuk di dalamnya ialah Rusia dan Ukraina, sebab Rusia dan Ukraina sendiri mengekspor 30-40% dari pasokan gandum di dunia.

 Ukraina menjadi eksportir utama gandum di dunia, akibatnya pengiriman pasokan gandum jadi terhambat karena adanya perang. Ketidakpastian dari perang Rusia-Ukraina ini sendiri menyebabkan beberapa negara eksportir gandum menjadi takut dan mengambil langkah untuk tidak melakukan ekspor gandum guna melindungi kebutuhan gandum di negara tersebut. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyebutkan jika pada tahun 2022 terdapat beberapa negara yang melarang ekspor gandum, di antaranya Serbia, Aljazair, Kazakhstan, Kosovo, India, Afghanistan, dan Ukraina. Tidak hanya perang Rusia-Ukraina yang menyebabkan naiknya harga gandum global, perubahan iklim dan melonjaknya biaya pertanian juga menjadi alasan mengapa harga gandum menjadi naik.

Mie Instan yang “katanya” Naik 3x Lipat itu Berlebihan

Menurut Direktur PT Indofood Sukses Makmur Tbk, Franciscus Welirang, harga mie instan yang naik memang tidak dapat dihindari tetapi untuk kenaikan yang mencapai tiga kali lipat itu terlalu berlebihan. Indonesia sendiri juga melakukan impor gandum dari berbagai negara. Tentu saja para pelaku industri tidak hanya mengandalkan impor dari satu importir saja. Selain itu, negara-negara penghasil gandum tersebut juga sedang memasuki masa panen, sehingga pasokan gandum di dalam negeri tidak akan banyak terpengaruh. Ditambah menurutnya, harga gandum saat ini juga telah memasuki titik tertinggi, sehingga adanya kenaikan harga pun tidak akan signifikan.

Kabar kenaikan tiga kali lipat ini juga hanya dianggap sebagai hiperbola penyemangat. Menteri Pertanian dalam hal ini memberi pernyataan tersebut hanya bermaksud untuk membuat masyarakat Indonesia tidak terlalu bergantung pada gandum dan mulai beralih ke komoditas lokal, seperti padi, singkong, sagu, dan porang. Perlu diingat juga bahwa mie instan ini tidak 100% murni gandum tetapi ada bahan lainnya seperti, cabai, minyak goreng, lada, garam, kecap, dan lain-lain. Tidak lupa bahan pendukung seperti kemasan. Jadi, harga mie instan tidak sepenuhnya bergantung pada harga gandum yang naik.

Di Indonesia sendiri, lebih dari dua puluh merek mie instan yang bersaing. Hal ini juga dapat menjadikan alasan bahwa harga mie instan tidak akan naik sedrastis itu. Faktor kompetitif ini pastinya juga akan menahan tanjakan harga mie instan.

Apakah Dampak dari Hal ini? Akankah Menyebabkan Kelangkaan? Atau Malah terjadi Penimbunan?

Sebetulnya, harga gandum hanyalah 20% dari total biaya produksi mie instan. Hal itu menyebabkan produsen mie instan tidak terlalu terpengaruh secara signifikan oleh kenaikan harga gandum ini. Pelaku usaha UMKM yang menggunakan gandum sebagai bahan utama produk merekalah yang merasakan dampaknya. Pasokan bahan baku akan terganggu sehingga produksi pun akan turut terganggu.

Walaupun mie instan kerap dikonsumsi oleh orang Indonesia, tetap saja mie instan bukanlah makanan pokok. Masih sangat banyak jenis makanan substitusi untuk mie instan ataupun nasi. Oleh karena itu, seharusnya konsumsi mie instan dapat disesuaikan dengan keinginan serta kemampuan yang ada. Selama kenaikan harga mie instan tidak signifikan, maka tidak akan menimbulkan penimbunan apalagi kelangkaan. Jadi kesimpulannya, Kostizen tidak perlu khawatir, ya!

Gimana ya Nasib Kostizen? 

Kenaikan harga mie instan tentunya membawa dampak bagi Kostizen. Setelah mengetahui isu naiknya mie instan ini, kami bertanya langsung mengenai tanggapan Kostizen atas isu ini. 

Narasumber yang pertama, yaitu Surya Adi, Kostizen asal Purbalingga. Menurutnya, dengan naiknya harga mie instan akan membuat mahasiswa keberatan untuk membelinya. Hal ini tentunya akan merugikan perusahaan mie instan karena penjualan dan laba akan menurun. Perusahaan lebih baik mencari alternatif lain untuk menutup biaya produksi, misalnya dengan pengurangan ukuran ataupun solusi lainnya. Selain itu, usaha kecil yang menggunakan mie instan sebagai bahan penjualan utama tentunya juga akan sangat terdampak. 

Narasumber yang kedua, yaitu Aloysia Shelsy, Kostizen asal Jakarta. Menurutnya, kenaikan harga mie instan ini akan berdampak bagi masyarakat karena banyak orang menjadikan ini sebagai stok makanan di rumahnya. Selain itu, dampak kenaikan harga mie instan ini akan dirasakan oleh anak kos meskipun mie instan bukan makanan pokok.

Kesimpulan 

Mie instan merupakan salah satu makanan dengan cara penyajian yang praktis dan ramah di kantong sehingga cocok untuk Kostizen, kini dikabarkan bahwa harganya akan naik. Kenaikan ini dinilai tidak akan menyebabkan penimbunan ataupun kelangkaan selama kenaikan tersebut tidak terlalu drastis. Kostizen menganggap bahwa minat mahasiswa untuk membeli mie instan akan menurun sehingga membuat penjualan dan laba perusahaan mie instan akan menurun. Selain itu, kenaikan ini akan  memberikan dampak bagi masyarakat luas yang menjadikan mie instan sebagai stok makanannya di rumah. 

Sumber Referensi:

Bagikan Artikel :

Leave a Reply