Apakah Benar Yang Dikatakan Luhut Jika Saat Ini Kinerja Ekonomi Indonesia Terbaik Di Dunia

Berdasarkan penyampaian Luhut Binsar Panjaitan (Menko Maritim dan Investasi) kinerja ekonomi Indonesia saat ini merupakan yang terbaik di dunia. Mengapa demikian? Karena tingkat inflasi di Indonesia salah satu yang terendah di dunia yaitu 3,47% dan salah satu yang paling terkendali dibandingkan dengan negara lain. Nilai tukar rupiah nya juga salah satu yang paling stabil dengan tingkat depresiasi -2,5% dimana lebih rendah dibanding dengan negara lain, ujar Luhut.

Inflasi di Indonesia salah satu yang terendah di dunia 

Inflasi merupakan kenaikan harga barang di pasar yang terjadi secara terus-menerus. Inflasi dapat terjadi dikarenakan beberapa hal seperti menurunnya daya beli masyarakat dan rendahnya pendapatan rata-rata masyarakat yang tidak diimbangi dengan kenaikan harga barang. Inflasi yang dialami oleh suatu negara  menyebabkan menurunnya daya tukar mata uang negara tersebut dan berkurangnya devisa negara. Oleh karena itu, baik negara maju maupun berkembang berusaha untuk menekan angka inflasi serendah mungkin agar tidak berdampak buruk pada kinerja perekonomian negara mereka. 

Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan menyatakan bahwa kinerja perekonomian Indonesia merupakan salah satu yang terbaik di dunia. Hal ini didukung dengan tingkat inflasi Indonesia yang cenderung rendah, yaitu sebesar 3,47% secara tahunan yang jika dibandingkan dengan beberapa negara lain, seperti Amerika Serikat dengan inflasi sebesar 8,3% dan Rusia sebesar 17%, masih tergolong rendah. Dimana hal ini sesuai dengan yang ditargetkan Pak Luhut, yang menargetkan inflasi harus berada di bawah 5%, sedangkan Bank Indonesia (BI) menargetkan inflasi Indonesia sebesar 4,8%. Tidak hanya indikator dari segi inflasi, tetapi juga indikator dari segi nilai tukar rupiah ikut mengalami dampak yang baik. Bisa dilihat bahwa nilai tukar rupiah saat ini stabil, hal ini dikarenakan investasi yang massif dari dalam negeri maupun luar negeri. 

Nilai tukar mata uang yang lebih stabil

Kestabilan nilai tukar mata uang memiliki pengaruh yang cukup signifikan terhadap perekonomian suatu negara, apalagi jika negara tersebut melakukan perdagangan internasional. Contohnya apabila mata uang negara kita lebih rendah nilainya dari negara tertentu maka akan membuat harga barang impor menjadi lebih mahal dan membuat barang ini menjadi semakin langka, sehingga rawan akan terjadinya inflasi terhadap berbagai barang yang diimpor dari negara tertentu. Kemudian jika nilai rupiah lebih tinggi nilainya dibandingkan negara lain, maka akan menyebabkan harga ekspor kita juga ikut naik dan membuat permintaan akan ekspor kita juga semakin turun. 

Berdasarkan keterangan yang disampaikan oleh Pak Luhut pada acara puncak Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia 2022, disebutkan bahwa nilai tukar rupiah saat ini termasuk yang paling stabil dengan catatan depresiasinya sebesar -2,5 % per 16 Mei 2022. Beliau juga mengatakan bahwa depresiasi ini masih terbilang cukup rendah jika dibandingkan dengan negara lain.

Faktor eksternal yang mempengaruhi kinerja perekonomian Indonesia dan cara menjaganya

Indonesia terus  berupaya mencapai dan mempertahankan  pertumbuhan  ekonomi  jangka  panjang  secara  berkelanjutan, namun hal tersebut tidaklah  selalu  berjalan  sesuai  harapan. Munculnya beberapa  faktor  eksternal menjadi penghambat tersendiri,  seperti  variabel impor,  pendapatan remitansi, Foreign Direct Investment (FDI), harga minyak dunia, dan lainnya. Menurut World  Bank (2017), faktor yang menyebabkan pertumbuhan ekonomi  rendah di kawasan negara  ASEAN, salah satunya karena kondisi fiskal global yang  tidak pasti.

Faktor eksternal  pertama  yang diidentifikasi  memiliki  determinan terhadap  pertumbuhan  ekonomi Indonesia adalah aktivitas impor. Ekspansi impor dapat mengakibatkan  produksi  dalam  negeri  kurang  kompetitif serta memberi ruang gerak bagi produsen asing  untuk  menguasai  pasar  domestik  dan  menguras  devisa  negara  yang  mana sangat dibutuhkan untuk  kepentingan stabilitas  moneter  dan  ekonomi. 

Faktor  eksternal  kedua  yaitu  remitansi. Remitansi dapat  berdampak  positif  dan negatif terhadap  pertumbuhan ekonomi. Remitansi para migran berpeluang meningkatkan pembangunan sektor keuangan dan pendapatan negara. Di sisi lain, remitansi di negara berkembang cenderung  meningkatkan konsumsi  keluarga untuk  belanja barang  impor, sehingga  inflasi mengalami  peningkatan dan  dapat  mendistorsi  pertumbuhan  ekonomi.

Faktor eksternal selanjutnya ialah investasi asing langsung/Foreign Direct Investment (FDI). Sebagai  sumber pendorong pertumbuhan  ekonomi,  investasi  memiliki  peran  penting  dalam menggerakkan  perekonomian  suatu  negara,  karena  pembentukan  modal  memperbesar kapasitas produksi sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi. FDI inflow di  Indonesia  bergerak fluktuatif dikarenakan nilai FDI tidak terlepas dari adanya regulasi yang sering berubah di tingkat kementerian terhadap pola kebijakan sektor ketenagalistrikan dan migas dan inkonsistensi  penerapan  UU.

Faktor  eksternal  keempat  yang  juga  dipetimbangkan  dalam  menentukan kinerja ekonomi  Indonesia yaitu faktor harga minyak dunia.  Adanya  dampak ekonomi  dari  stock harga minyak dalam  aktivitas ekonomi memiliki efek yang berbeda-beda pada setiap negara.  Bagi  perekonomian  Indonesia,  kebijakan intervensi  pemerintah  dapat  menetralkan  perubahan  harga.  Hal  ini  dapat  mempengaruhi harga  minyak  dan  barang-barang  dalam  mempercepat  proses  pertumbuhan  ekonomi. Kenaikan  harga  minyak  menyebabkan  penurunan output  karena  kenaikan  harga memberikan sinyal  berkurangnya ketersediaan input  dasar  untuk produksi. Alhasil, terjadi penurunan pertumbuhan ekonomi.

Beberapa faktor eksternal di atas ada tidak lain karena campur tangan dari berbagai pihak. Untuk itu, agar kinerja ekonomi Indonesia berjalan lebih baik, alangkah baiknya kita mencegah terjadinya ekspansi impor di Indonesia dengan aktif memproduksi kebutuhan sendiri, menetralkan remitansi, meningkatkan investasi, dan memiliki kebijakan yang jelas mengenai harga minyak dunia.

Kesimpulan 

Luhut Binsar Panjaitan selaku Menko Maritim dan Investasi menyampaikan bahwa kinerja ekonomi Indonesia saat ini merupakan yang terbaik di dunia. Hal ini  dibuktikan dengan adanya tingkat inflasi yang terkendali serta terendah di dunia yaitu sebesar 3,47%. Selain itu, nilai tukar rupiah Indonesia merupakan salah satu yang paling stabil dan lebih rendah dibandingkan dengan negara lain yaitu mencapai tingkat depresiasi -2,5%. Dengan kondisi ekonomi indonesia seperti ini dapat mengidentifikasikan bahwa kinerja Indonesia sedang dalam keadaan yang baik sehingga Indonesia memiliki pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Namun, ada beberapa faktor eksternal yang menjadi penghambat dalam mempertahankan pertumbuhan ekonomi jangka panjang seperti faktor aktivitas impor, faktor remitansi, faktor investasi asing langsung/Foreign Direct Investment (FDI), dan faktor harga minyak dunia. Oleh karena itu, agar kinerja ekonomi Indonesia berjalan lebih baik maka kita perlu mencegah adanya ekspansi impor dengan meningkatkan produksi kebutuhan sendiri, menetralkan remitansi, meningkatkan investasi, dan memiliki kebijakan yang jelas terhadap harga minyak dunia. 

Don’t forget to check out the infographic regarding this topic at:

Instagram will load in the frontend.
=

Sumber Referensi:

 

Bagikan Artikel :

One comment

Leave a Reply